Pendidikan Penting, Mencegah Penyebaran Covid Juga Penting

    0
    5

    MASIH kisruh dan simpang siurnya kapan sekolah dilakukan secara langsung, menjadi polemik tak berujung. Seringkali polemik itu dijumpai di tengah-tengah masyarakat di masa pandemi corona virus deases (covid) yang masih berlangsung. Kadangkala ada saja pandangan keliru tentang wabah yang mendera secara global ini, termasuk dunia pendidikan yang masih belum jelas kapan pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan.

    Seperti yang terjadi di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Satgas Covid-19 setempat terpaksa menegur dan membubarkan sekolah yang menggelar proses PTM tanpa izin. Dua sekolah yang menerima teguran satgas masing-masing SMA YPPP Wonomulyo dan SMK YPPP Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

    Dua sekolah menengah atas ini belum membuat permohonan ke satgas setempat, apakah sekolah tatap muka yang akan mereka laksanakan disetujui atau tidak. Padahal, pembelajaran dalam jaringan (daring) merupakan program dari pemerintah pusat sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran virus. Inilah yang membuat geram Satgas Covid-19 Kecamatan Wonomulyo.

    “Setelah kita cek, kedua sekolah yang ada di sini ternyata belum ada permohonan ke satgas. Kita sarankan untuk segera membuat permohonan, agar sekolah tatap mukanya bisa kita setujui,“ kata Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Wonomulyo, Samiaji kepada wartawan, Kamis (10/06/2021).

    Apalagi, menurut Samiaji, banyak siswa ditemukan berkeliaran di lingkungan sekolah tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes). Tentu saja, kata dia, ini tidak bisa dibiarkan. Apalagi, sekolah yang menerapkan belajar secara tatap muka belum ada keputusan pemerintah untuk dilaksanakan.

    “Di lapangan masih ada kita temukan siswa tidak menjaga jarak, masih berkerumun, meski semua sudah memakai masker. Kita sudah sampaikan kepada pihak sekolah atau yang bertanggung jawab untuk tetap menerapkan prokes, kalau sekolah tatap muka sudah dibenarkan,“ ujarnya.

    Namun, pihak sekolah dengan sangat kooperatif tidak membantah apa yang dilakukan Satgas Covid-19 Kecamatan Wonomulyo tersebut. Mereka, bahkan memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan, terutama pengawasan yang demikian ketat mencegah penularan virus corona. Pihak sekolah beralasan belum ada pembelajaran tatap muka, baru sekadar simulasi.

    Menanggapi teguran Satgas COVID-19 Kecamatan Wonomulyo, Kepala Sekolah SMA YPPP Wonomulyo, Jamaluddin, mengatakan akan segera bersurat dan melakukan evaluasi sesuai petunjuk satgas. Dia mengatakan, PTM yang digelar hari itu hanyalah simulasi sebelum PTM sebenarnya digelar pada bulan Juli mendatang.

    “Ini baru simulasi sebelum tahun ajaran baru pada bulan Juli nanti,” imbuh Jamaluddin. Dan, sebagai penanggung jawab di sekolah swasta tersebut, dia tidak membantah jika sekiranya siswa yang hadir ketika itu tidak menerapkan prokes sesuai anjuran pemerintah.

    Terpisah, pihak sekolah SMK YPPP Wonomulyo berdalih belum menggelar PTM. Diakuinya, siswa yang hadir di sekolah untuk mengikuti ujian, dan belum melaksanakan pembelajaran secara langsung.

    “Sementara ujian, kita bagi dua sesi. Sesi pertama dalam satu mata pelajaran satu jam saja. Satu hari ada dua sesi,“ jelas ketua panitia pelaksana ujian, Irdan Wahyudi.

    Menurut Irdan, agar tidak menimbulkan kerumunan yang dapat menyebabkan terjadinya penularan virus corona, selama ujian berlangsung jumlah siswa dalam ruangan kelas dibagi dibatasi. Satu ruangan 18 orang, normalnya 30 sampai 32 siswa. Selama ujian dibagi dua.

    Selain memantau pelaksanaan PTM, Tim Satgas COVID-19 Kecamatan Wonomulyo juga merazia sejumlah siswa yang didapati berkeliaran di luar sekolah. Siswa yang terjaring  razia juga diberi sanksi sosial, lantaran didapati tidak memakai masker. Sanksi sosial yang diberikan antara lain diminta untuk menghafal Pancasila.

    Usai diberi peringatan dan sanksi menghafal lima sila dalam Pancasila, para siswa yang terjaring diminta membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. Mereka diberi pengertian dan pemahaman tentang pentingnya menerapkan prokes. Sebab, pendidikan itu penting, tapi mencegah penyebaran covid-19 juga penting. (Fadiah Azis)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here