Kejati Amankan Dana Pemotongan 3 Persen dari Kasus DAK Sulbar, Totalnya Rp 783 Juta

0
52

Mamuju, Fakta79 – Kejati Sulbar mengamankan dana pemotongan 3 persen dari DAK yang mencapai Rp 783 juta lebih.

Anggaran tersebut sebagai pengembalian pada kasus dugaan korupsi DAK Sulbar bidang pendidikan Disdikbud tahun anggaran 2020.

“Hari ini Kami telah menerima pengembalian kerugian negara dari hasil DAK pemotongan tiga persen dengan total Rp. 783. 862. 550,” jelas Aspidsus Kejati Sulbar Feri Mupahir, Kamis (18/2/2021).

Feri menyebut, pemotongan tiga persen untuk fasilitator yang diberikan oleh para kepala sekolah itu atas arahan pihak Diknas Sulbar, alasannya sebagai biaya RAB dan desain gambar.

“Pemotongan 3 persen tidak memiliki dasar payung hukum,” bebernya.

Menurutnya, dari anggaran DAK tersebut sebenarnya sudah ada unsur penunjang sebanyak 5 persen.

“5 persen itu sudah masuk didalamnya gaji fasilitator sebesar Rp 2.500.000. Dengan pemotongan 3 persen maka telah terjadi double anggaran yang tidak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Adapun untuk kerugian negara dari kasus tersebut, Feri menyebut masih dalam perhitungan BPKP.

“Masih dihitung BPKP. Kerugian negara bisa saja bertambah,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Sulbar menetapkan tiga tersangka dalam kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik SMU se Sulbar tahun anggaran 2020.

Ketiga tersangka merupakan fasilitator. Masing-masing adalah BB, BE, dan AD.

Ketiganya ditenggarai meminta potongan tiga persen per sekolah yang diserahkan oleh tiap Kepala Sekolah.

Kajati Sulbar Johny Manurung melalui Aspidsus Feri Mupahir menjelaskan, hal yang dilakukan tersangka tidak sesuai peruntukannya dan bertentangan dengan ketentuan yang ada.

“Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Pidsus menemukan dua alat bukti yang cukup,” ujarnya. Rabu (17/2/2021). (dir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here