Belajar Daring, Tendik Dituntut Lebih Profesional

0
22

Mamuju, Fakta79- Menghadapi pandemi covid-19 masyarakat dituntut untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru. Mulai dari kebiasaan dalam rumah tangga, dalam bekerja, maupun dalam sistem pembelajaran di tingkat pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tingkat tinggi.

Belajar dalam jaringan (daring) merupakan konsep pembelajaran saat ini demi memutus rantai penularan covid-19.

Hajrul Malik, ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Mamuju mengatakan di masa pandemi covid-19 kondisi pendidikan di Mamuju sangat tidak optimal. Efeknya menurunkan kualitas belajar pada siswa. Selain ada tekanan kebosanan karena anak-anak tidak mendapatkan variasi belajar seperti biasanya, belum lagi ada banyak guru yang tidak memiliki kemampuan skill belajar secara on-line.

“Pembelajaran secara daring perlu ada evaluasi tim pendidikan. Belum adanya kesiapan alat dan prasarana penunjang، belum lagi jaringan komunikasi yg tidak merata,” jelas Hajrul melalui pesan WA (Sabtu, 17 Oktober 2020).

“Selaku Ketua Dewan Pendidikan Mamuju, saya mengharapkan perlu adanya kebijakan ekstra dari pemda dan pemerintah untuk melakukan redesign kualitas dan target pendidikan. Target ketuntasaan belajar di saat pandemi tidak boleh dipaksakan,” tambah Hajrul.

“Saatnya ada upaya membangun jaringan komunikasi yg tuntas untuk semua wilayah, sebab mungkin saja situasi masih lama, belum lagi bahwa memang inilah saat kita menghadapi new era، bukan sekedar new normal,” tutupnya. (fa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here