28.2 C
Mamuju
Friday, 4 December 2020

2 Guru Ungkap Penyelewengan Dana BOS di SMPN 3 Kalukku

Harusbaca

Kebakaran di Polman, Dua Kakak Beradik Tewas Terpanggang

Polman, Fakta79- Dua kakak beradik, Indah (15) dan Marifa (11) tewas terpanggang setelah rumah mereka terbakar. Korban...

Ruas Jalan Tabone-Nosu Ditarget 2021 Selesai

Mamuju, Fakta79 - Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar melakukan peninjauan jalan Tabone - Nosu di Desa Batanguru,...

Konservatisme Agama Menguat, Kelompok Moderat Kehilangan Militansi

Polda: Ada Simpatisan Teroris Mamuju, Fakta79 - Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sulawesi...

Mamuju, Fakta79 – Dua orang guru honorer yakni Satria dan Pusparani dikeluarkan tanpa alasan oleh Kepala SMPN 3 Kalukku Sripuniati.

“Saya tidak tahu apa salah kami hingga dikeluarkan secara sepihak,” katanya. Kamis, (16/7/2020).

Atas pemecatan itu, kedua guru tersebut bakal membawa persoalan tersebut ke DPRD, bahkan ke Ombudsman Perwakilan Sulbar.

Kedua guru itu juga membeberkan sejumlah kejanggalan yang terjadi ditempatnya mengajar dulu sebelum dikeluarkan. Penyelewengan dana itu seperti honor panitia pada semester genap tahun lalu.

“Ada sejumlah guru yang diberikan honor lebih. Honor itu dikirim ke rekening guru tersebut, setelah dana itu ditarik, kepala sekolah meminta sebagian dana tersebut dengan alasan sebagai uang kebersamaan,” bebernya.

“Jadi ada pembagian honor yang tidak merata. Sengaja dikasih lebih agar kepsek bisa mengambilnya,” sambungnya.

Pusparani berpendapat, ia dan rekannya dikeluarkan dari sekolah mungkin karena tidak mau diatur.

“Mungkin kami berdua dianggap tidak mau diatur jadi dikeluarkan. Dari awal kami masuk sekolah itu memang kami tidak mau begitu,” pungkasnya.

Selain itu, selama mengajar banyak terjadi penyelewengan dana BOS yang tidak sesuai juknis.

Bahkan, kata guru IPA ini menyebut, terjadi rangkap jabatan oleh kepala sekolah.

“Selama ini kepala sekolah rangkap jabatan, dia sebagai bendahara, kemudian dia juga jadi bagian kurikulum, bahkan pembuat LPJ. Guru lain yang membidangi itu tidak difungsikan,” bebernya.

Kata Pusparani, persoalan ini sudah dikoordinasikan ke Ketua Forum GTT/PTT.

“InsyaAllah, kita akan turun aksi di DPRD Mamuju dalam waktu dekat ini,” akunya.

Sementara, Kepala SMPN 3 Kalukku Sripuniati belum memberikan statementnya. Beberapa kali wartawan mencoba menghubungi melalui pesan dan telepon WhatSapp, namun belum ada jawaban. (TJ)

(Berita ini masih berlanjut dan akan diverifikasi selanjutnya).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Kebakaran di Polman, Dua Kakak Beradik Tewas Terpanggang

Polman, Fakta79- Dua kakak beradik, Indah (15) dan Marifa (11) tewas terpanggang setelah rumah mereka terbakar. Korban...

Ruas Jalan Tabone-Nosu Ditarget 2021 Selesai

Mamuju, Fakta79 - Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar melakukan peninjauan jalan Tabone - Nosu di Desa Batanguru, Kecamatan Sumarorong , Kabupaten Mamasa,...

Konservatisme Agama Menguat, Kelompok Moderat Kehilangan Militansi

Polda: Ada Simpatisan Teroris Mamuju, Fakta79 - Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sulawesi Barat menggelar diskusi secara virtual...

Andi Ruskati dan BPOM Sosialisasi KIE Obat dan Makanan di Majene

Majene, Fakta79 - osialisasi pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasi dan edukasi (KIE) oleh BPOM kembali dilaksanakan di dua desa yakni Desa Maliaya...

Polda Sulbar Harap Personil PAM Pemilu Utamakan Prokes

Mamuju, Fakta79 - Sebelum melepas seluruh personil Polda Sulbar yang di BKO kan ke Mamuju dan Mamuju Utara (Matra) dalam rangka...
- Advertisement -

Berita serupa

- Advertisement -